Kamis, 18 Oktober 2012

Waspada Anemia ya Mom..

Haii Mom..
Memberikan susu formula berlebihan kepada balita dapat mematikan selera makan anak dan menimbulkan gangguan anemia serta kegemuka. Susu sulit dicerna dan lama bertahan dalam lambung karena kandungan karbohidrat, protein dan lemaknya sama-sama dominan.

Tak heran jika anak merasa kenyang terus dan malas makan sehingga asupan nutrisi alami dan serat terbatas. Akibatnya, resiko sembelit dan anemia zat besi meningkat. Dengan kandungan zat besi yang rendah, anak menjadi malas beraktivitas dan rendah daya tanggapnya. Selain itu susu yang lama bertahan dalam lambung menghasilkan zat racun yang merangsang tubuh membentuk lemak guna mengikat racun tersebut agar tidak mengganggu fungsi tubuh.


Nah, dari sinilah awal kegemukan pada anak-anak yang jarang makan, tetapi rajin minum susu.

Berikan susu sesuai dengan anjuran yang di tetapkan pada setiap kemasan, biasanya untuk perhari 600cc untuk batas aman dikonsumsi. Makanan pokok sangatlah penting loh Mom, di usia tumbuh kembang si kecil.

see u..:)

Selasa, 02 Oktober 2012

Hepatitiss..

Penyakit hepatitis A terutama menyerang anak dan kaum dewasa muda.Penyakit yang dikenal juga sebagai penyakit kuning (jaundice) ini penularannya berbeda dengan VHB dan VHC, yakni melalui makanan dan minuman yang tercemar kotoran yang mengandung virus ini. Bersifat stabil, sel hati menyembunyikan virus dalam sel empedu untuk kemudian virus masuk ke dalam sistem pencernaan. Sebab itu, kotoran penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama periode infeksi. Konsentrasi virus dalam kotoran penderita masih tetap tinggi 2 – 3 minggu setelah gejala penyakit muncul. Sedangkan air ludah dan cairan tubuh penderita mempunyai konsentrasi rendah. Virus hepatitis A (VHA) bertahan hidup 3 – 4 jam dalam ruang suhu normal. Di sini peralatan makan atau makanan yang tercemar VHA dengan sendirinya akan mudah menularkan penyakit ini. Hepatitis A bisa juga menular melalui kontak langsung, seperti melalui ciuman atau hubungan seksual. Untuk memastikan seseorang mengidap VHA, dilakukan tes darah yang menunjukkan positif terhadap antibodi virus tersebut. Tes lebih tepat bila kadar ALT (serum alanine aminitransferase)dan AST (asparaten aminotransferase) menunjukkan angka di atas normal. Mudah-tidaknya terinfeksi virus ini umumnya tergantung pada kondisi higienis lingkungan. Asia Tenggara termasuk wilayah berisiko tinggi. Sedangkan di AS 1/3 penduduk pernah terinfeksi virus hepatitis A, termasuk anak-anak di pusat penitipan anak yang tertular lewat alat makan yang dipakai bersama. Gejala hepatitis A biasanya muncul akut, seperti gejala flu, mual, demam, pusing, air seni kemerahan, bagian bola mata yang putih menjadi kekuningan, dan perut sebelah kanan atas terasa sakit atau bebal. Namun, pada anak-anak kadang kala tidak timbul gejala yang mencolok. Tidak ada pengobatan secara khusus pada hepatitis A. Asalkan dirawat dengan baik, biasanya bisa disembuhkan setelah enam bulan. Penderita harus beristirahat total (1 – 4 minggu), menghindari kontak badan dengan nonpenderita dan diberi makanan cukup protein, tapi rendah lemak. Bila dirawat di rumah, semua pakaian bekas dipakai, alat makan dan minum harus dicuci secara terpisah. WC sehabis digunakan penderita, dibersihkan dengan antiseptik. Mitos yang menyatakan, penderita sakit kuning harus makan banyak gula, tidak seluruhnya benar. Fungsi gula sebenarnya hanya menambah energi, agar kekuatan cepat pulih. Komplikasi akibat hepatitis A hampir tidak ada, kecuali pada para lansia atau seseorang yang memang sudah mengidap penyakit kronis hati atau sirosis. Agar tidak tertular, orang yang berhubungan langsung dengan penderita diberi imunisasi sementara dengan serum globulin imun. Sekarang ada vaksin keluaran SmithKline Beecham Inc, AS, terbuat dari VHA nonaktif yang diendapkan dalam larutan steril. Jadi bukan terbuat dari darah yang terinfeksi. Tubuh akan bereaksi terhadap virus nonaktif tersebut sehingga melindungi serangan VHA. Hasil penelitian menyatakan, vaksin ini efektif pada lebih dari 90% orang. Efek sampingan tidak ada kecuali rasa sakit pada bagian yang terkena suntikan. Hanya sekitar 10% yang merasa kurang enak badan sehabis disuntik. Anak-anak antara usia 1 – 18 tahun diberi dua dosis vaksin initial dan booster antara usia 6 – 12 bulan. Orang dewasa diberi satu initial dosis kemudian booster dalam waktu 6 – 12 bulan. Efek proteksi baru terjadi paling tidak dua minggu setelah suntikan. Namun, belum diketahui berapa lama suntikan ini dapat memberikan proteksi terhadap VHA.

Minggu, 12 Februari 2012

Hindari Lampu Kamar Terang Saat Bayi Tidur!

“Sebaiknya matikan lampu atau gunakan lampu redup pada saat bayi tidur malam,” jelas Dokter berkerudung ini.

Pernyataan ini diamini oleh dr Runi Deasiyanti, Sp. A dari Klinik SamMarie. “Kalau lampunya terlalu terang, saat bayi terbangun bisa membuat ia benar-benar bangun. Sedangkan jika suasana kamar redup, saat terbangun bayi masih tetap bisa melihat keadaan sekitar dan tertidur kembali,” katanya.

Selain itu, pada malam hari tubuh memroduksi melatonin -hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur. Hanya saja hormon ini sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga tidak akan diproduksi jika saat tidur malam menggunakan lampu. Padahal jika produksi melatonin meningkat, kualitas tidur menjadi baik, imunitas meningkat dan ketegangan berkurang. Bayi pun tidak mudah rewel.

Bisa Memicu Mata Minus

“Hampir semua bayi lahir mengalami mata hipermetropi -rabun dekat- berkisar plus dua sampai tiga dioptri. Namun pada usia 0-2 tahun di mana merupakan masa perkembangan yang pesat pada bayi -termasuk mata- bola mata bayi akan berkembang dan menjadi lebih panjang, sehingga ukurannya akan perlahan-lahan mendekati normal dan hipermetropi akan hilang dengan sendirinya,” jelas dr Siti F.S. Ramadhani, Sp. M yang berpraktik di RS Puri Indah.

Namun, rangsangan cahaya secara terus menerus khususnya pada saat tidur malam di mana pertumbuhan sedang terjadi, bisa merangsang mata untuk tetap bekerja walaupun mata terpejam.
Sehingga bola mata akan memanjang melebihi normal dan akan menyebabkan miopi -mata minus atau rabun jauh- pada anak di masa depan.

Akan tetapi, miopi juga bisa dipengaruhi beberapa hal, antara lain:

1. Keturunan, beberapa penelitian lain juga menyebutkan jika orangtuanya mengalami miopi, keturunannya kemungkinan akan mengalami hal yang sama.
2. Gaya hidup, antara lain anak yang terlalu cepat membaca, kebiasaan membaca yang salah, bermain game, penggunaan komputer yang lama dan lain-lain.
3. Berusaha melihat sesuatu dengan lebih jelas, misalnya melihat benda-benda atau huruf yang berukuran kecil sehingga akan ‘memaksa’ mata untuk bekerja ekstra dan mengakibatkan bola mata memanjang.


So, Moms, mengingat banyak manfaatnya, mulailah meredupkan kamar saat tidur malam mulai sekarang.

Minggu, 22 Mei 2011

dari SKRIPSI..jadi SKRIPSHIT... dan sekarang SKIPSWEET..

skripSHIT!!

buku setumpuh....
kamar berantakan...
plastik makanan dimana-mana...
kertas berserakan...
kantong mata mulai nghitam...
laptop panas....

lohh ko jadii lebaii ya...
tapi serius ini keadaaan kamar gw semalam,,
3 jam yang lalu semngat masih 45',,sekarang udah banyak setan yang gelayutan dimata
tapi gw harus ngeyakinin diri gw sendri, ini PENTING LU!!
ayo semngt..
tiba-tiba terlintas wajah nyokap bokap yang udah ngebiayain kuliah gw sampe sekarang, kerja keras demi anaknya kuliah yang nantinya untuk kemajuan hidup gw kelak,,
ehmm bisa dibilng gw cukup lumayan membanggakan untuk masalah nilai #jiahh narsis..
tapi ini skripsi bener-bener menguras otak,,
dari mulai proposal,sidang proposal yng bisa dibilng lumayan bikin deg-degan,dan sekarang yang sedang bikin gw spaning,, ngolah data!!

tarik nafas panjang!!
tekat dalam hati!!
gw pasti bisa!!
ya allah bantu aku yang manis ini ya,,
alhamdullilah ada hasil dari bedagang semalam 2 variabel udah selesai yang sedikit-sedikit ehh udah sampe BAB VII..
ini pasti berkat semngat dan doa mama!!
ayoo kumpulin semngat lagii buat lanjut ke BAB selanjutnya,yakin PASTI BISA!!

semoga bisa numbuhin semangat agan-agan n neng-neng yang lagii SKRIPSI ya...
karna..
ALLAH BERSAMA MAHASISWA TNGKAT AKHIR.. amien ya allah..

ga jadi SKRIPSHIT ... tapi SKRIPSWEET dech...

Jumat, 20 Mei 2011

hidup di jakarta,,

haii guys,,
kali ini gw blog ini bakal berubah jadi diary..
swry agak sedikit narsis kali ya,,
semoga ja ga bete bacanya.. #ngarep..

ehhmm hapir 4 tahun gw tinggal dijakarta tepat di daerah jakarta selata
yang kata anak muda zaman sekarang tempatnya anak-anak gaul..
gw tinggal sini karna menghemat ongkos ke kampus..
maklum kampusnya tinggal jalan kaki ja dari tempat kosnt..

ohh god..
tinggal dijakarta itu ternyata ga mudah..
emang bener banget yang bilang kalo ibukota lebih kejam.. dari pada ibukota.. hehe
dimulai dari harga makanan yg mahal buat kantong mahasiswa
banyak mall yang bikin ga nahan buat shoping ( itu sich salah sendrii,,)
dan yang paling ga nahan..
PERGAULAN..
......
mauu tw cerita selanjut nya,,
ikutin terus ya..

luv all

Jumat, 12 November 2010

anemia remaja


1.      ANEMIA

1.1  DEFINISI ANEMIA
            Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin kurang dari nilai normal, yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin (Supariasa. 2001)
            Anemia merupakan keadaan menurunnya hemoglobin, hematokrit dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal yang dipatok untuk perorangan (Arisman,2007)

Angka Kecukupan Besi yang Dianjurkan
Widya karya dan gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan besi untuk indonesia.
1.
Bayi
3-5 mg
2.
Balita
8-9 mg
3.
Anak sekolah
10 mg
4.
Remaja laki-laki
14-17 mg
5.
Remaja perempuan
14-25 mg
6.
Dewasa laki-laki
13 mg
7.
Dewasa perempuan
14-26 mg
8.
Ibu hamil
+ 20 mg
9.
Ibu menyusui
+ 2 mg

1.2  PENYEBAB ANEMIA ZAT GIZI
            Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, baik karena kekuranagn konsumsi atau karena gangguan absorsi. Zat gizi yang bersangkutan adalah besi, protein, piridoksin ( vitamin B6 ) yang berperan sebagai katalisator dalam sitesis hem di dalam molekul hemoglobin, vitamin C yang mempengaruhi absorsi dan pelepasan besi dari transperin ke dalam tubuh, dan vitamin E yang mempengaruhi stabilitasi membran sel darah merah.(Almatsier, 2003)
            Penyebab anemia gizi besi terutama karena makanan yang dimakan kurang mengandung besi, terutama dalam bentuk besi-hem. Disamping itu pada wanita karena kehilangan darah pada saat haid dan persalinan.



1.3  GEJALA ANEMIA
      Gejala dari anemia pada umunya menyebabkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka. Dan gejala lainnya sering pusing mata kunang-kunang, dan kelopak mata, lidah, telapak tangan tampak terlihat pucat.( pedoman anemia gizi).

1.4  AKIBAT ANEMIA
            Gejala dari anemia pada umunya menyebabkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka. Dan gejala lainnya sering pusing mata kunang-kunang, dan kelopak mata, lidah, telapak tangan tampak terlihat pucat.( pedoman anemia gizi).
1.5  PENANGGULANGAN ANEMIA
            Penanggulangan anemia harus dilakukan agar kasus anemia dapat terselesaikan.antara lain adalah :
1.5.1        MENINGKATKAN KONSUMSI ZAT BESI
            Sumber baik besi adalah makanan hewani, seperti daging, ayam, dan ikan. Sumber baik lainnya adalah telur, serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan beberapa janis buah. Di samping jumlah besi, perlu diperhatikan kualitas besi didalam makanan, dinamakan juda ketersediaan biologik. Pada umumnya besi di dalam daging ayam dan ikan mempunyai ketersediaan biologik tinggi, besi di dalam serealia dan kacang-kacangan mempunyai ketersediaan biologik sedang, dan besi di dalam sebagian besar sayuran, terutama yang mengandung asam oksalat tinggi, seperti bayam mempunyai ketersediaan biologik rendah. Sebaiknya diperhatikan kombinasi makanan sehari-hari, yang terdiri atas campuran sumber besi berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan serta sumber gizi lain yang dapat menbantu absorsi. (Almatsier, 2004).
            Meningkatkan konsumsi zat besi dapat di tingkatkan dari mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber protein hewani, seperti daging, ayam dan telur dan disertai dengan mengkonsumsi sari buah jeruk atau minum vitamin C agar meningkatkan absorsi besi yang terdapat pada sumber protein hewani yang telah di konsumsi. Serta mengurangi makan yang mengandung karbonat, susu, teh, kopi dan es teh.


Daftar bahan makanan dan nilai Fe :
Bahan makanan
Nilai Fe
Bahan makanan
Nilai Fe
Tempe kacang kedelai murni
10.0
Biskuit
2.7
Kacang kedelai kering
8.0
Jagung kuning
2.4
Kacang hijau
6,7
Roti putih
1.5
Kacang merah
5.0
Beras setengah giling
1.2
Kelapa tua
2.0
Kentang
0.7
Udang segar
8.0
Daun kacang panjang
6.2
Hati sapi
6.6
Bayam
3.9
Daging sapi
2.8
Sawi
2.9
Telur bebek
2.8
Daun katuk
2.7
Telur ayam
2.7
Kangkung
2.5
Ikan segar
2.0
Daun singkong
2.0
Ayam
1,5
Pisang ambon
0.5
Gula kelapa
2.8
Keju
1.5
Sumber : daftar komposisi bahan makanan, depkes 1979

1.5.2        SUPLEMEN ZAT BESI
            Wanita yang mengalami haid memerlukan zat besi untuk menggantikan darah yang hilang. Merupakan cara untuk menanggulangi ADB di daerah dengan prevalensi tinggi. Pemberian suplementasi besi pada remaja dosis 1 mg/KgBB/hari. Yang perlu diperhatikan pada saat mengkonsumsi table tambah darah(TTD) adalah :
1.      Minumlah Tablet Tambah Darah dengan air putih, jangan minum dengan the, susu atau kopi karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga manfaatnya menjadi berkurang.
2.      Kadang-kadang dapat terjadi gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.
3.      Untuk mengurangi gejala sampingan, minumlah TTD setelah makan malam, menjelang tidur. Akan lebih baik bila setelah minum TTD diserta makan buah-buahan seperti : pisang, pepaya, jeruk, dll.
4.      Simpanlah TTD di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak, dan setelah dibuka harus ditutup kembali dengan rapat. TTD yang telah berubah warna sebaiknya tidak diminum (warna asli : merah darah).
5.      Tablet Tambah Darah tidak menyebabkan tekanan darah tinggi atau kebanyakan darah.

2.      HEMOGLOBIN

2.1  DEFINISI HEMOGLOBIN
            Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasi anemia.( supariasa, dkk. 2002).
2.2  FUNGSI HEMOGLOBIN
            Dalam sel darah merah hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen (O2) di paru-paru dan dilepaskan di seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan, kemudian mengikat CO2 dari jaringan tubuh  dan melepaskannya di paru-paru(Tarwoto,2010)
            Batasan normal terendah nilai hemoglobin (WHO)
usia
Kadar Hb(g/dl)
Anak usia 6 bulan – 5 tahun
Anak usia 6-18 tahun
Wanita dewasa
11,0
12,0
12,0-14,0
            Sumber : Arisman,2004

2.3  PROSEDUR PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
1.      METODE ALAT UKUR HEMOGLOBIN
A.    Alat
1.      Lancet
2.      Kertas talquist
3.      Alat ukur
B.     Cara pemeriksaan
1.      Bersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan larutan           alkohol, kemudian tusuk dengan lancet.
2.      Teteskan darah yang keluar pada kerta Talquist.
3.      Masukkan kertas tersebut kedalam alat ukur Hb, maka akan muncul kadar Hb dalam darah tersebut.

3.      ZAT BESI
3.1  DEFINISI ZAT BESI
            Zat besi merupakan micro elemen yang esensial bagi tubuh, yang sangat diperlukan dalam pembentukan darah, yakni dalam hemoglobin (Hb). Di samping itu Fe juga diperlukan enzin penggiat. Zat besi (Fe) lebih mudah diserap oleh usus halus dalam bentuk Ferro. Penyerapan ini merupakan mekanisme autoregulasi yang teratur oleh kadar feritin yang terdapat dalam sel-sel mukosa usus. Dalam kondisi Fe yang baik, hanya sekitar 10% saja Fe yang terdapat didalam makanan diserap ke dalam mukosa usus. Ekskresi Fe dilakukan melalui kulit, di dalam bagian-bagian tubuh yang aus dan dilepaskan oleh permukaan tubuh yang jumlahnya sangat kecil sekali. Sedangkan pada wanita eksresi Fe lebih banyak melalui menstruasi. Oleh sebab itu, kebutuhan Fe pada wanita , lebih banyak dibandingkan pada pria.(Notoatmojo, 2003)

3.2  FUNGSI ZAT BESI
                        Zat besi berfungsi sebagai metabolisme energi, Di dalam tiap sel, besi bekerja sama dengan rantai proteinpengangkut elektron, yang berperan dalam langkah-langkah akhir metabolisme energi. Sebuah penilitian membuktikan bahwa anak-anak anemia yang diberikan zat besi dapat belajar lebih cepat dari pada anak-anak sehat yang tidak diberi zat besi.secara umum, prestasi kelompok anak sehat lebih tinggi dibanding prestasi kelompok anak defisiensi. Kesimpulannya, pemberian zat besi bermanfaat untuk meningkatkan belajar bagi anak yang kekurangan zat besi.(Sirorus,2009)

3.3  ASUPAN ZAT BESI
            Dalam makanan terdapat 2 macam zat besi yaitu besi heme (40%) dan besi non hem. Besi non hem merupakan sumber utama zat besi dalam makanan.Terdapat dalam semua jenis sayuran misalnya sayuran hijau, kacang-kacangan,kentang dan serealia serta beberapa jenis buah-buahan. Sedangkan besi hem hampir semua terdapat dalam makanan hewani antara lain daging, ikan, ayam, hati dan organ­-organ lain (Almatsier, 2001).
            Dalam masa remaja, khususnya remaja putri sering sangat sadar akan bentuk tubuhnya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa nasehat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi, sehingga pola konsumsinya sangat menyalahi kaidah-kaidah ilmu gizi. Banyak pantang atau tabu yang ditentukan sendiri berdasarkan pendengaran dari kawannya yang tidak kompeten dalam soal gizi dan kesehatan, sehingga terjadi berbagai gejala dan keluhan yang sebenarnya merupakan gejala kelainan gizi (Achman Djaeni, 2000).
            Banyak remaja putri yang sering melewatkan dua kali waktu makan dan lebih memilih kudapan. Padahal sebagian besar kudapan bukan hanya hampa kalori, tetapi juga sedikit sekali mengandung zat gizi, selain dapat mengganggu (menghilangkan) nafsu makan. Selain itu remaja khususnya remaja putri semakin menggemari junk food yang sangat sedikit (bahkan ada yang tidak ada sama sekali) kandungan kalsium, besi, riboflavin, asam folat, vitamin A dan vitamin.

3.4  PENYERAPAN ZAT BESI
                        Penyerapan zat besi nonhem sangat dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat sedangkan zat gizi hem tidak.(Arisma.2008). Faktor pendorong penyerapan zat besi adalah, vitamin C, daging unggas, ikan, makanan laut. Faktor penghambat adalah fitat (500 mg/hari), tanin.



4.      PROTEIN HEWANI

4.1  DEFINISI PROTEIN HEWANI

            Protein hewani disebut sebagai protein yang lengkap dan bermutu tinggi, karena memiliki asam-asam amino esensial yang lengkap yang susunannya mendekati apa yang diperlukan tubuh, serta daya serap tinggi,sehingga jumlah yang diserap juga tinggi.(Muchtadi,2010).                                                                                        Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi, tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia. Protein  hewani pada umunnya mempunyai jumlah susunan asam amino yang paling sesuai dengan kebutuhan manusia. Akan tetapi harganya relalif mahal. Untuk menjamin mutu protein dalam makanan sehari-hari, dianjurkan sepertiga bagian protein yang dibutuhkan berasal dari protein hewani. (almatsier, 2003).

4.2  METODE FOOD FREQUENCY
            Metode frequnsi makanan adalah untuk memperoleh data tentang frekuensi konsumsi sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama periode tertentu seperti hari, minggu, bulan atau tahun.( supariasa, dkk. 2002).

      Langkah –langkah Metode frekuensi makanan :
1.      Responden diminta untuk memberi tanda pada daftar makanan yang tersedia pada kuesioner mengenai frekuensi penggunaannya dan ukuran porsinya.
2.      Lakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan jenis-jenis bahan makanan tertentu bahan makanan yang merupakan sumber-sumber zat gizi tertentu selama periode tertentu pula.

4.3  MACAM-MACAM PROTEIN HEWANI
            Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu seperti telur, susu, daging, unggas, ikan, dan kerang.(almatsier, 2003).
4.3.1        Susu sapi
     Kadar protein susu sapi cair berkisar 3-4%, tergantung dari jenis sapi, jenis pakan, dan faktor-faktor lingkungan. Karena itu biasanya digunakan angka rata-rata sebesar 3,5%. Protein susu biasanya digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kasein dan protein whey..(Muchtadi,2010)
4.3.2        Telur
      Telur ayam terdiri dari kira-kira 11% kulit, 31% kuning telur dan 58% putih telur. Dilihat dari kegunaannya sebagai bahan pangan, maka kulit dan membrannya hanya berfungsi sebagai pembungkus untuk menjaga komponen bahan pangan di dalamnya, yaitu putih dan kuning telur. Kuning telur terdiri dari 50% padatan, dari sejumlah ini sepertiganya adalah protein. Sedangkan putih telur adalah larutan yang mengandung sekitar 12 %protein. (Muchtadi,2010)
4.3.3        Daging
     Secara umum dapat dikatakan bahwa yang di maksud dengan daging adalah otot polos atau otot bergaris dari hewan yang digunakan sebagai pangan. Daging sapi, kerbau, kambing dan ayam adalah yang banyak di konsumsi. Daging mamalia yang cukup tua dan dipisahkan dari bagian lemaknya, mengandung kira-kira 18-20% protein .(Muchtadi,2010)
4.3.4        Ikan
      Ikan umunya mengandung sekitar 40-60% daging. Kadar protein daging ikan segar bervariasi dari 10-21%, meskipun nilai yang lebih tinggi sering juga ditemukan.(Muchtadi,2010)
TABEL NILAI PROTEIN HEWANI (gram/100 g)
No.
Bahan Makanan
Nilai Protein
1.
Daging sapi
18,8
2.
Ayam
18,2
3.
Telur bebek
13,1
4.
Telur ayam
12
5.
Udang segar
21
6.
Ikan segar
16
7.
Tepung susu skim
35,6
8.
Tepung bubu
24,6
9.
Keju
22,8
10.
Kerupuk udang
17,2
Sumber : daftar komposisi bahan makanan, depkes