1. ANEMIA
1.1 DEFINISI ANEMIA
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin kurang dari nilai normal, yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin (Supariasa. 2001)
Anemia merupakan keadaan menurunnya hemoglobin, hematokrit dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal yang dipatok untuk perorangan (Arisman,2007)
Angka Kecukupan Besi yang Dianjurkan
Widya karya dan gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan besi untuk indonesia.
1. | Bayi | 3-5 mg |
2. | Balita | 8-9 mg |
3. | Anak sekolah | 10 mg |
4. | Remaja laki-laki | 14-17 mg |
5. | Remaja perempuan | 14-25 mg |
6. | Dewasa laki-laki | 13 mg |
7. | Dewasa perempuan | 14-26 mg |
8. | Ibu hamil | + 20 mg |
9. | Ibu menyusui | + 2 mg |
1.2 PENYEBAB ANEMIA ZAT GIZI
Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, baik karena kekuranagn konsumsi atau karena gangguan absorsi. Zat gizi yang bersangkutan adalah besi, protein, piridoksin ( vitamin B6 ) yang berperan sebagai katalisator dalam sitesis hem di dalam molekul hemoglobin, vitamin C yang mempengaruhi absorsi dan pelepasan besi dari transperin ke dalam tubuh, dan vitamin E yang mempengaruhi stabilitasi membran sel darah merah.(Almatsier, 2003)
Penyebab anemia gizi besi terutama karena makanan yang dimakan kurang mengandung besi, terutama dalam bentuk besi-hem. Disamping itu pada wanita karena kehilangan darah pada saat haid dan persalinan.
1.3 GEJALA ANEMIA
Gejala dari anemia pada umunya menyebabkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka. Dan gejala lainnya sering pusing mata kunang-kunang, dan kelopak mata, lidah, telapak tangan tampak terlihat pucat.( pedoman anemia gizi).
1.4 AKIBAT ANEMIA
Gejala dari anemia pada umunya menyebabkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka. Dan gejala lainnya sering pusing mata kunang-kunang, dan kelopak mata, lidah, telapak tangan tampak terlihat pucat.( pedoman anemia gizi).
1.5 PENANGGULANGAN ANEMIA
Penanggulangan anemia harus dilakukan agar kasus anemia dapat terselesaikan.antara lain adalah :
1.5.1 MENINGKATKAN KONSUMSI ZAT BESI
Sumber baik besi adalah makanan hewani, seperti daging, ayam, dan ikan. Sumber baik lainnya adalah telur, serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan beberapa janis buah. Di samping jumlah besi, perlu diperhatikan kualitas besi didalam makanan, dinamakan juda ketersediaan biologik. Pada umumnya besi di dalam daging ayam dan ikan mempunyai ketersediaan biologik tinggi, besi di dalam serealia dan kacang-kacangan mempunyai ketersediaan biologik sedang, dan besi di dalam sebagian besar sayuran, terutama yang mengandung asam oksalat tinggi, seperti bayam mempunyai ketersediaan biologik rendah. Sebaiknya diperhatikan kombinasi makanan sehari-hari, yang terdiri atas campuran sumber besi berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan serta sumber gizi lain yang dapat menbantu absorsi. (Almatsier, 2004).
Meningkatkan konsumsi zat besi dapat di tingkatkan dari mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber protein hewani, seperti daging, ayam dan telur dan disertai dengan mengkonsumsi sari buah jeruk atau minum vitamin C agar meningkatkan absorsi besi yang terdapat pada sumber protein hewani yang telah di konsumsi. Serta mengurangi makan yang mengandung karbonat, susu, teh, kopi dan es teh.
Daftar bahan makanan dan nilai Fe :
Bahan makanan | Nilai Fe | Bahan makanan | Nilai Fe |
Tempe kacang kedelai murni | 10.0 | Biskuit | 2.7 |
Kacang kedelai kering | 8.0 | Jagung kuning | 2.4 |
Kacang hijau | 6,7 | Roti putih | 1.5 |
Kacang merah | 5.0 | Beras setengah giling | 1.2 |
Kelapa tua | 2.0 | Kentang | 0.7 |
Udang segar | 8.0 | Daun kacang panjang | 6.2 |
Hati sapi | 6.6 | Bayam | 3.9 |
Daging sapi | 2.8 | Sawi | 2.9 |
Telur bebek | 2.8 | Daun katuk | 2.7 |
Telur ayam | 2.7 | Kangkung | 2.5 |
Ikan segar | 2.0 | Daun singkong | 2.0 |
Ayam | 1,5 | Pisang ambon | 0.5 |
Gula kelapa | 2.8 | Keju | 1.5 |
Sumber : daftar komposisi bahan makanan, depkes 1979
1.5.2 SUPLEMEN ZAT BESI
Wanita yang mengalami haid memerlukan zat besi untuk menggantikan darah yang hilang. Merupakan cara untuk menanggulangi ADB di daerah dengan prevalensi tinggi. Pemberian suplementasi besi pada remaja dosis 1 mg/KgBB/hari. Yang perlu diperhatikan pada saat mengkonsumsi table tambah darah(TTD) adalah :
1. Minumlah Tablet Tambah Darah dengan air putih, jangan minum dengan the, susu atau kopi karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga manfaatnya menjadi berkurang.
2. Kadang-kadang dapat terjadi gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.
3. Untuk mengurangi gejala sampingan, minumlah TTD setelah makan malam, menjelang tidur. Akan lebih baik bila setelah minum TTD diserta makan buah-buahan seperti : pisang, pepaya, jeruk, dll.
4. Simpanlah TTD di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak, dan setelah dibuka harus ditutup kembali dengan rapat. TTD yang telah berubah warna sebaiknya tidak diminum (warna asli : merah darah).
5. Tablet Tambah Darah tidak menyebabkan tekanan darah tinggi atau kebanyakan darah.
2. HEMOGLOBIN
2.1 DEFINISI HEMOGLOBIN
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasi anemia.( supariasa, dkk. 2002).
2.2 FUNGSI HEMOGLOBIN
Dalam sel darah merah hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen (O2) di paru-paru dan dilepaskan di seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan, kemudian mengikat CO2 dari jaringan tubuh dan melepaskannya di paru-paru(Tarwoto,2010)
Batasan normal terendah nilai hemoglobin (WHO)
usia | Kadar Hb(g/dl) |
Anak usia 6 bulan – 5 tahun Anak usia 6-18 tahun Wanita dewasa | 11,0 12,0 12,0-14,0 |
Sumber : Arisman,2004
2.3 PROSEDUR PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
1. METODE ALAT UKUR HEMOGLOBIN
A. Alat
1. Lancet
2. Kertas talquist
3. Alat ukur
B. Cara pemeriksaan
1. Bersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan larutan alkohol, kemudian tusuk dengan lancet.
2. Teteskan darah yang keluar pada kerta Talquist.
3. Masukkan kertas tersebut kedalam alat ukur Hb, maka akan muncul kadar Hb dalam darah tersebut.
3. ZAT BESI
3.1 DEFINISI ZAT BESI
Zat besi merupakan micro elemen yang esensial bagi tubuh, yang sangat diperlukan dalam pembentukan darah, yakni dalam hemoglobin (Hb). Di samping itu Fe juga diperlukan enzin penggiat. Zat besi (Fe) lebih mudah diserap oleh usus halus dalam bentuk Ferro. Penyerapan ini merupakan mekanisme autoregulasi yang teratur oleh kadar feritin yang terdapat dalam sel-sel mukosa usus. Dalam kondisi Fe yang baik, hanya sekitar 10% saja Fe yang terdapat didalam makanan diserap ke dalam mukosa usus. Ekskresi Fe dilakukan melalui kulit, di dalam bagian-bagian tubuh yang aus dan dilepaskan oleh permukaan tubuh yang jumlahnya sangat kecil sekali. Sedangkan pada wanita eksresi Fe lebih banyak melalui menstruasi. Oleh sebab itu, kebutuhan Fe pada wanita , lebih banyak dibandingkan pada pria.(Notoatmojo, 2003)
3.2 FUNGSI ZAT BESI
Zat besi berfungsi sebagai metabolisme energi, Di dalam tiap sel, besi bekerja sama dengan rantai proteinpengangkut elektron, yang berperan dalam langkah-langkah akhir metabolisme energi. Sebuah penilitian membuktikan bahwa anak-anak anemia yang diberikan zat besi dapat belajar lebih cepat dari pada anak-anak sehat yang tidak diberi zat besi.secara umum, prestasi kelompok anak sehat lebih tinggi dibanding prestasi kelompok anak defisiensi. Kesimpulannya, pemberian zat besi bermanfaat untuk meningkatkan belajar bagi anak yang kekurangan zat besi.(Sirorus,2009)
3.3 ASUPAN ZAT BESI
Dalam makanan terdapat 2 macam zat besi yaitu besi heme (40%) dan besi non hem. Besi non hem merupakan sumber utama zat besi dalam makanan.Terdapat dalam semua jenis sayuran misalnya sayuran hijau, kacang-kacangan,kentang dan serealia serta beberapa jenis buah-buahan. Sedangkan besi hem hampir semua terdapat dalam makanan hewani antara lain daging, ikan, ayam, hati dan organ-organ lain (Almatsier, 2001).
Dalam masa remaja, khususnya remaja putri sering sangat sadar akan bentuk tubuhnya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa nasehat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi, sehingga pola konsumsinya sangat menyalahi kaidah-kaidah ilmu gizi. Banyak pantang atau tabu yang ditentukan sendiri berdasarkan pendengaran dari kawannya yang tidak kompeten dalam soal gizi dan kesehatan, sehingga terjadi berbagai gejala dan keluhan yang sebenarnya merupakan gejala kelainan gizi (Achman Djaeni, 2000).
Banyak remaja putri yang sering melewatkan dua kali waktu makan dan lebih memilih kudapan. Padahal sebagian besar kudapan bukan hanya hampa kalori, tetapi juga sedikit sekali mengandung zat gizi, selain dapat mengganggu (menghilangkan) nafsu makan. Selain itu remaja khususnya remaja putri semakin menggemari junk food yang sangat sedikit (bahkan ada yang tidak ada sama sekali) kandungan kalsium, besi, riboflavin, asam folat, vitamin A dan vitamin.
3.4 PENYERAPAN ZAT BESI
Penyerapan zat besi nonhem sangat dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat sedangkan zat gizi hem tidak.(Arisma.2008). Faktor pendorong penyerapan zat besi adalah, vitamin C, daging unggas, ikan, makanan laut. Faktor penghambat adalah fitat (500 mg/hari), tanin.
4. PROTEIN HEWANI
4.1 DEFINISI PROTEIN HEWANI
Protein hewani disebut sebagai protein yang lengkap dan bermutu tinggi, karena memiliki asam-asam amino esensial yang lengkap yang susunannya mendekati apa yang diperlukan tubuh, serta daya serap tinggi,sehingga jumlah yang diserap juga tinggi.(Muchtadi,2010). Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi, tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia. Protein hewani pada umunnya mempunyai jumlah susunan asam amino yang paling sesuai dengan kebutuhan manusia. Akan tetapi harganya relalif mahal. Untuk menjamin mutu protein dalam makanan sehari-hari, dianjurkan sepertiga bagian protein yang dibutuhkan berasal dari protein hewani. (almatsier, 2003).
4.2 METODE FOOD FREQUENCY
Metode frequnsi makanan adalah untuk memperoleh data tentang frekuensi konsumsi sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama periode tertentu seperti hari, minggu, bulan atau tahun.( supariasa, dkk. 2002).
Langkah –langkah Metode frekuensi makanan :
1. Responden diminta untuk memberi tanda pada daftar makanan yang tersedia pada kuesioner mengenai frekuensi penggunaannya dan ukuran porsinya.
2. Lakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan jenis-jenis bahan makanan tertentu bahan makanan yang merupakan sumber-sumber zat gizi tertentu selama periode tertentu pula.
4.3 MACAM-MACAM PROTEIN HEWANI
Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu seperti telur, susu, daging, unggas, ikan, dan kerang.(almatsier, 2003).
4.3.1 Susu sapi
Kadar protein susu sapi cair berkisar 3-4%, tergantung dari jenis sapi, jenis pakan, dan faktor-faktor lingkungan. Karena itu biasanya digunakan angka rata-rata sebesar 3,5%. Protein susu biasanya digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kasein dan protein whey..(Muchtadi,2010)
4.3.2 Telur
Telur ayam terdiri dari kira-kira 11% kulit, 31% kuning telur dan 58% putih telur. Dilihat dari kegunaannya sebagai bahan pangan, maka kulit dan membrannya hanya berfungsi sebagai pembungkus untuk menjaga komponen bahan pangan di dalamnya, yaitu putih dan kuning telur. Kuning telur terdiri dari 50% padatan, dari sejumlah ini sepertiganya adalah protein. Sedangkan putih telur adalah larutan yang mengandung sekitar 12 %protein. (Muchtadi,2010)
4.3.3 Daging
Secara umum dapat dikatakan bahwa yang di maksud dengan daging adalah otot polos atau otot bergaris dari hewan yang digunakan sebagai pangan. Daging sapi, kerbau, kambing dan ayam adalah yang banyak di konsumsi. Daging mamalia yang cukup tua dan dipisahkan dari bagian lemaknya, mengandung kira-kira 18-20% protein .(Muchtadi,2010)
4.3.4 Ikan
Ikan umunya mengandung sekitar 40-60% daging. Kadar protein daging ikan segar bervariasi dari 10-21%, meskipun nilai yang lebih tinggi sering juga ditemukan.(Muchtadi,2010)
TABEL NILAI PROTEIN HEWANI (gram/100 g)
No. | Bahan Makanan | Nilai Protein |
1. | Daging sapi | 18,8 |
2. | Ayam | 18,2 |
3. | Telur bebek | 13,1 |
4. | Telur ayam | 12 |
5. | Udang segar | 21 |
6. | Ikan segar | 16 |
7. | Tepung susu skim | 35,6 |
8. | Tepung bubu | 24,6 |
9. | Keju | 22,8 |
10. | Kerupuk udang | 17,2 |
Sumber : daftar komposisi bahan makanan, depkes